Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, telah melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak Berbahasa Daerah secara daring pada 9–11 Maret 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 penulis dan 10 penerjemah yang telah lolos seleksi, serta para ilustrator yang turut berpartisipasi dalam proses pengembangan buku cerita anak berbahasa daerah. Bimbingan teknis ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penulis dan penerjemah dalam menghasilkan karya cerita anak yang berkualitas, sekaligus mendukung pelestarian bahasa daerah melalui literasi anak.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, antara lain Ni Putu Ayu Widari, Berthin Sappang, Robertus Krisnanda Windhartoko, Winda Lestari, Assyifa Sekar Arum, Rosadi Jamani, Mariyadi, dan Andi Baetal Mukaddas.
Materi yang disampaikan mencakup kebijakan penerjemahan buku cerita anak berbahasa daerah, perjenjangan buku, proses penilaian buku, aspek psikologi anak dalam penulisan cerita, teknik menulis cerita anak, penggalian kearifan lokal dalam narasi, teknik penerjemahan dwibahasa, hingga harmonisasi teks dan ilustrasi dalam buku anak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir karya-karya cerita anak berbahasa daerah yang tidak hanya menarik dan edukatif, tetapi juga mampu memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda.


