Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Produk Penerjemahan dan Uji Kebermanfaatan Buku Terjemahan Cerita Anak di dua sekolah dasar di Kota Pontianak, yakni SDN 17 Pontianak dan SDN 34 Pontianak. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu–Kamis, 11–12 Maret 2026, dengan melibatkan 30 peserta di masing-masing sekolah yang terdiri atas 28 siswa dan 2 guru pendamping.
Kegiatan diseminasi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menyebarluaskan buku cerita anak terjemahan kepada masyarakat, khususnya siswa sekolah dasar sebagai pembaca sasaran. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana buku terjemahan tersebut dapat dipahami, diminati, dan memberikan manfaat bagi pembacanya. Melalui uji kebermanfaatan ini, masukan dari para siswa diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan bagi pengembangan buku cerita anak pada masa mendatang.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, Dr. Uniawati, S.Pd., M.Hum serta Kepala Pusat Pemberdayaan Bahasa dan Sastra Dr. Iwa Lukmana, M.A. Dalam sambutannya, keduanya menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah memfasilitasi kegiatan dengan sangat baik. Mereka berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan minat baca sekaligus memperkenalkan buku cerita anak hasil penerjemahan kepada para siswa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembagian buku cerita anak kepada para siswa. Selanjutnya, siswa diminta membaca buku tersebut secara mandiri sebelum mengisi instrumen uji kebermanfaatan yang telah disiapkan oleh panitia. Melalui instrumen ini, siswa dapat memberikan tanggapan terhadap isi cerita, bahasa, serta pesan yang disampaikan dalam buku.
Setelah kegiatan membaca dan pengisian instrumen, panitia juga memperkenalkan laman Penjaring kepada para siswa. Laman ini menyediakan berbagai buku cerita anak yang dapat diakses secara bebas oleh masyarakat kapan saja dan di mana saja. Selain buku digital, laman tersebut juga menyediakan buku dalam format audio dan video yang dilengkapi dengan bahasa isyarat sehingga dapat diakses oleh teman-teman tunarungu.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat sangat antusias. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan bahkan mampu menceritakan kembali isi cerita yang telah dibaca dengan penuh semangat. Interaksi yang hangat antara siswa dan panitia membuat suasana kegiatan menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
Kegiatan diseminasi ini ditutup dengan pemberian hadiah kepada siswa yang aktif berpartisipasi serta mampu menjawab pertanyaan dari panitia. Diharapkan melalui kegiatan ini, buku-buku cerita anak hasil penerjemahan dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh para siswa sebagai bahan bacaan yang menarik dan edukatif.



