Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat menghadirkan suasana mudik yang berbeda di Bandara Supadio, Kubu Raya, pada Senin–Selasa, 16–17 Maret 2026, serta di Pelabuhan Dwikora, Pontianak, pada Selasa, 17 Maret 2026. Program bertajuk Mudik Asyik Baca Buku ini mengubah ruang tunggu baik di bandara maupun di pelabuhan menjadi panggung literasi dan kreativitas.

Para penumpang, khususnya anak-anak, disuguhkan buku cerita berbahasa Melayu dan Dayak yang sarat warna budaya. Kakak Abang Duta Bahasa turut membacakan dongeng pilihan dengan ekspresi penuh semangat, membuat suasana menunggu keberangkatan terasa hangat dan menghibur.

Tak hanya itu, tersedia pula lapak mewarnai yang menambah keceriaan. Anak-anak dapat berkreasi sambil menanti pesawat maupun kapal, sehingga waktu tunggu menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Balai Bahasa dalam menumbuhkan kecintaan terhadap literasi, memperkenalkan kekayaan bahasa daerah, serta menghadirkan alternatif hiburan edukatif bagi masyarakat yang sedang mudik.

oplus_0
2 thoughts on “Menyelami Cerita, Mewarnai Perjalanan Melalui Program Mudik Asyik Baca Buku”
  1. Program “Mudik Asyik Baca Buku” ini ide yang sangat kreatif dan segar, apalagi memanfaatkan waktu tunggu menjadi lebih bermakna. Kehadiran dongeng dan buku berbahasa daerah juga jadi nilai tambah dalam mengenalkan budaya sejak dini. Menarik kalau konsep seperti ini bisa diterapkan di lebih banyak titik mudik lainnya.

    1. Halo, Sahabat Bahasa
      Besar harapan kami kegiatan ini bisa dilaksanakan di lebih banyak titik mudik sesuai saran yang diberikan. Kami akan terus berusaha bersinergi dengan pihak terkait untuk merealisasikan hal tersebut.
      Terima kasih atas apresiasi dan saran yang diberikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *