PONTIANAK-Peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia (PKBI) bagi pendidik atau guru dan tenaga kependidikan menjadi pendorong peningkatan literasi sekolah. Mutu pendidikan satu diantaranya diukur dari kemampuan literasi murid. Data hasil Asesmen Sekolah Tahun 2025 untuk Wilayah Kalimantan Barat memperlihatkan masih banyak sekolah yang memiliki literasi yang rendah di semua jenjang sekolah.
Sebagai tanggung jawab bersama dalam peningkatan literasi sekolah, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat mengadakan kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Guru/Tenaga Pendidik Kabupaten Sambas, Kabupaten Melawi, Kabupaten Kubu Raya, dan Kota Pontianak. Peserta PKBI sebanyak 100 guru dengan rincian, 40 guru kelas dari Kebupaten Sambas, 20 guru bahasa Indonesia tingkat SLTP/sederajat dari Kabupaten Melawi, 20 guru bahasa Indonesia tingkat SMA/SMK dari Kabupaten Kubu Raya, dan 20 guru bahasa Indonesia tingkat SMA/SMK dari Kota Pontianak. Kegiatan PKBI ini di laksanakan selama tiga hari, mulai 5 s.d. 7 Maret 2026, bertempat di Hotel Merpati, Pontianak.
Kegiatan PKBI ini dibuka oleh Legina Lestari, M.Pd. (Pengawas Sekolah Ahli Muda) mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat. Dalam sambutannya, Ibu Legina Lestari membacakan pesan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kalbar bahwa peningkatan literasi sekolah ditentukan oleh kemampuan literasi murid. Peran guru bahasa Indonesia menjadi ujung tombak/referensi awal lembaga sekolah dalam peningkatan literasi murid. Kegiatan PKBI yang diinisiasi oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat selama tiga hari ini mesti mendapat apresiasi, khususnya oleh peserta.
Harapan yang sama disampaikan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan, Dr. Uniawati, S.Pd., M.Hum. Dalam sambutannya, Kepala Balai Bahasa mengingatkan peserta PKBI untuk terlibat aktif di kegiatan PKBI ini. “Kegiatan PKBI akan berdampak positif apabila peserta bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini.” Semoga kegiatan PKBI Tahun 2026 ini memberikan nilai positif bagi murid dan lembaga sekolah dengan indikasi target nilai asesmen sekolah peserta PKBI mengalami peningkatan di tahun mendatang.
Hari pertama, peserta mengikuti proses pengisian borang pendaftaran Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) serta memperoleh pemaparan mengenai urgensi dan manfaat UKBI yang disampaikan oleh Hari Purwiati. Setelah itu, peserta diajak mengulas kembali materi kebahasaan, khususnya Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan diksi, yang dipaparkan oleh Prima Duantika. Kegiatan hari pertama ditutup dengan arahan Kepala Balai Bahasa, Ibu Uniawati, mengenai kebijakan kebahasaan dan kesastraan sebagai landasan strategis pengembangan literasi.
Pada hari kedua, peserta mendapatkan pemaparan tentang teknik mengulas buku oleh Beni, salah satu fasilitator literasi. Materi berikutnya adalah Membaca Kritis yang disampaikan oleh Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, Ibu Herawati, kemudian dilanjutkan dengan Membaca Cepat oleh Subhan. Rangkaian materi hari kedua ditutup dengan pembahasan mendalam mengenai Kalimat dan Paragraf oleh Dedy Ari Asfar, dosen Bahasa Indonesia Universitas Tanjungpura.

