Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat telah sukses menggelar Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Penyusunan Bahan Ajar dalam rangka Revitalisasi Bahasa Melayu Sambas di wilayah tutur Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Bengkayang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu s.d. Jumat, 29 s.d. 1 Mei 2026 di Hotel Dayang Kota Singkawang tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, para penelaah, dan penyusun bahan ajar yang terdiri dari kalangan budayawan, akademisi, pegiat bahasa dan sastra, serta komunitas penutur jati bahasa Melayu Sambas dari Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Bengkayang.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasinya kepada para penelaah dan penyusun bahan ajar, di antaranya, Prof. Dr. Chairil Effendy, M.S., Supia Sulaiman, S.Pd., Shah Khumainy, S.H., Abdul Hadi, S.Sos., Rosadi Jamani, S.Ag., M.Si., Kusfita, S.S., Aria Djalil, Ph.D., H. Safari Hamzah, S.Ag., M.Si., dan H. Muriadi Arip, Ph.D.
Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana diskusi dan bertukar pikiran antarpakar sehingga dihasilkan modul bahan ajar yang representatif untuk dijadikan sebagai modul dalam Bimtek Pengajar Utama pada bulan mendatang. Selanjutnya, bahan ajar ini akan diajarkan melalui karya sastra dengan metode yang menyenangkan dan menarik bagi penutur muda tingkat SD/MI dan SMP/MTs. Selain itu, bahan ajar ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dalam implementasi dari muatan lokal bahasa Melayu Sambas.
